Senin, 29 November 2021, WIB
Breaking News

Kamis, 06 Agu 2020, 15:10:57 WIB, 1443 View Administrator, Kategori : Pertanian , Perkebunan dan Kehutanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bombana, 25/07/2020.

       Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan panen padi sawah di lokasi Kajian percepatan tanam dengan teknologi hemat air untuk peningkatan produktivitas padi pada sawah tadah hujan di Kabupaten Bombana. Panen dilaksanakan di Desa Marga Jaya Kec. Rarowatu Utara Kab. Bombana ini dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Daerah Prov.Sulawesi Tenggara, Sekdis Pertanian Kab. Bombana, Litbang Daerah Kab. Bombana, Camat Rarowatu Utara, Peneliti, Penyuluh, Kelompok Tani dan Petani.

      Lokasi Panen merupakan lokasi Demplot kajian Kajian percepatan tanam dengan teknologi hemat air untuk peningkatan produktivitas padi pada sawah tadah hujan di Kabupaten Bombana, dengan hasil yang diperoleh  dengan mengenalkan 3 varietas unggul baru Inpari 30, Inpari 42 dan Inpari 43 GSR. Rata-rata produktivitas yg dicapai masing-masing varietas adalah 6,8 ton /ha untuk Inpari 30; Inpari 42  7,0 ton/ha dan Inpari 43 GSR mencapai 6,4 ton/ha.

      Pada Kesempatan ini Kepala Balitbang Prov, Sultra Bapak Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP.,MA Menyampaikan bahwa Kabalitbang : menyambut baik Dan mendukung hasil penelitian sebagai upaya mengatasi masalah kelangkaan air di bidang pangan, yang selalu menjadi permasalahan rutin setiap tahun.

      Menurut Kabalitbang Provinsi Sulawesi Tenggara Bapak Dr. Ir. Sukanto Toding,  MSP, MA berharap bahwa hasil penelitian ini dapat terus direplikasikan ke kawasan pertanian lainnya, utamanya wilayah pertanian non irigasi, lahan kering, dan tadah hujan.

      Menurut peneliti Didik Raharjo bahwa Teknologi yang dikaji pada pada demplot ini yaitu 1). teknologi hemat  air menggunakan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD),2). Teknologi tanam benih langsung (atabela) jajar legowo 2:1, 3). Penggunaan Varietas Ampibi (Inpari 30, Inpari 42 dan Inpari 43) yang relatif adaptif terhadap perubahan iklim seperti  kekeringan yang sering terjadi  dan kondisi lahan sub optimal lainnya.

      Ari selaku penyuluh di Kecamatan Rarowatu menyatakan bahwa dengan teknologi yang dikaji menujukkan bahwa penanaman padi bisa dilakukan lebih cepat sekitar 30 hari dari biasanya, terjadi penghematan penggunaan tabung gas untuk menghidupkan pompa air sawah sekitar 25 % dari yang biasanya 80 tabung ukuran 3 kg atau sekitar 60 tabung dan produktivitas padi yang dihasilkan cukup tinggi.

      Harapannya dari kegiatan ini kedepannya teknologi dapat diterapkan lebih luas pada kawasan sawah tadah hujan di Sulawesi Tenggara dengan tetap memperhatikan waktu tanam yang tepat, pemanfaatan air irigasi secara efektif dan efesien dan penggunaan varietas padi yang  toleran kekringan atau sesuai dengan kondisi agroekosistemnya.

 

                                                                                                                                                                         Penulis : Rahma Safira



Balitbang Sultra Gelar Seminar Pengembangan Pangan Lokal Melalui Budidaya Tanaman Sagu
Kamis, 21 Okt 2021, 14:04:22 WIB, Dibaca : 6194 Kali
Balitbang Sultra Gelar FGD Kajian Peran KUR
Rabu, 08 Sep 2021, 19:31:59 WIB, Dibaca : 298 Kali
Program KEKASI ABG-KU Balitbangda Provinsi Sulawesi Tenggara
Jumat, 22 Jan 2021, 07:12:30 WIB, Dibaca : 1191 Kali

Tuliskan Komentar