Senin, 29 November 2021, WIB
Breaking News

Kamis, 06 Agu 2020, 18:50:47 WIB, 1148 View Administrator, Kategori : Inovasi Daerah

SULTRABERITA.ID, KENDARI-Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrafi (Kemen PAN-RB) merilis data peroforma inplementasi inovasi Pemda di Indonesia.

 

        Khusus di Sultra, inovasi lembaga pemerintahan di gawangi Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) di kategorikan masuk dalam taraf yang rendah. Penilaian menurut pada parameter kepesertaan kompetisi inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh kemenpan RB setiap tahunnya. Termasuk pengisian registrasi dalam sistem inovasi daerah Kemendragi dalam rangka Kompetisi Innovation Goverment Award (IGA)  antar Pemda.

       Gambaran indeks inovasi OPD tersebut terungkap dalam forum rapat koordinasi penyusunan indeks inovasi daerah lingkup Pemprov Sultra dihelat Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra, Senin 9 Maret 2020.

       Menurut kepala Balitbang Sultra, DR Sukanto Toding, secara kualitatif sejumlah OPD lingkup Pemprov Sultra memiliki cukup banyak produk inovasi. Bahkan aparat pemerintah terbilang aktif melahirkan inovasi baru dilembaga instansinya.

        Hanya saja, karya inovasi ASN berkualitas tidak terimplementasi dengan maksimal di instansi pemerintah unit kerja pegawai bersangkutan. Inilah yang ditengarai memberi adil penilaian grafik inovasi daerah masuk dalam kategori rendah.

        “Sebenarnya secara kuantitafi, Hasil Produk Inovasi di lingkungan Pemda Provinsi Sultra, sebenarnya cukup produktif, baik yang telah diimplementasikan oleh beberapa OPD, maupun yang dilaksanakan secara induvidual, diantaranya melalui hasil Proyek Perubahan ASN Llingkup Pemda Sultra dalam berbagai Tingkat Latpim 2,3 dan 4,” ujar Sukanto.

         “Permasalahannya, dari berbagai ragam inovasi dari Karya-karya ASN Proyek Perubahan tersebut, masih belum optimal di terapkan di masing-masing unit kerja asalnya pasca Pendidikan Latpim, sehingga umumnya Karya Inovasi Tersebut, tidak terimplementasi dengan baik dan tentunya tidak tercatat sebagai Karya Inovasi yang diimplementasikan di lingkup Pemda,” papar Sukanto.

         Sebagai solusi atas permasalahan di atas, Balitbang Sultra menggagas adanya gerakan “One Agency, One Innovation” di seluruh OPD Pemprov Sultra. Gerakan ‘One Agency, One Innovation’ sekaligus diperkenalkan dalam forum rakor penyusunan indeks inovasi daerah lingkup Pemprov Sultra.

         Kata Sukanto, rakor di buka PJ Sekda Sultra, La Ode Ahmad P Balombo di maksudkan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari masing-masing OPD tentang wujud inovasi. Baik dalam hal tata kelola maupun pelayanan publik yang relavan dengan tupoksi masing-masing OPD. Disamping itu, langkah ini merupakan bagian penguatan komitmen bersama kepala OPD dalam rangka gerakan “One Agency, One Innovation”, atau “1 OPD Satu Inovasi” sebagai wujud komitmen Pemda dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyrakat. Dalam kegiatan tersebut, Balitbang Sultra turut meghadirkan ahli dari Pusat Inovasi Daerah Balitbang Kemendargi.

        “Nantinya dalam lokakarya ini diharapkan dapat memfasilitasi OPD Lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara, tentang esensi dan cakupan inovasi daerah, berikut hal-hal teknis tentang penjelasan kisi-kisi dalam melengkapi Data Sistem Indeks Inovasi Daerah, sebagai persyaratan pengukuran Nilai Indeks Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkas Sukanto. Adm



Dukung Kawasan Wisata Sebagai Kuliner Lokal, Balitbang Sultra Beri Pelatihan Warga Leppe
Jumat, 17 Sep 2021, 06:41:50 WIB, Dibaca : 88 Kali
Inovasi Baru, Distannak Sultra Launching Aplikasi GISINFOSP
Jumat, 10 Sep 2021, 03:25:28 WIB, Dibaca : 297 Kali
Balitbang Sultra Gelar Focus Group Disscusion
Sabtu, 10 Jul 2021, 17:14:28 WIB, Dibaca : 456 Kali

Tuliskan Komentar